Kembali ke daftar artikel

Catatan NTUTEC (4)|VC Follow Deal Mulai Enam Bulan: Ungkap Kelemahan dengan Jujur, Network Juga Berbunga Majemuk

Kunjungan keempat membawa tim ke NTUTEC. Saya merangkum tiga observasi kunci: timeline follow-up VC, nilai kejujuran soal kelemahan, dan compounding dari jejaring lintas komunitas.

Tiba lagi hari kunjungan bulanan ke NTUTEC. Kali ini ada teman yang tertarik setelah melihat postingan saya di Threads ikut bergabung. Kalau tiap kali ada asisten kecil, pasti luar biasa. Inti catatan ini: perpanjang garis waktu. Jangan terlalu buru-buru melihat hasil.

Kunjungan keempat NTUTEC: WPORT dan tim startup berkumpul di lokasi
Kunjungan keempat ke NTUTEC (2026/6/9). Wport benar-benar berdiri bersama startup.

1. Follow deal mulai enam bulan

Sejak pertemuan pertama, VC sudah mengamati.

Bukan sekadar mendengarkan sopan lalu bilang “semangat.” Mereka melihat target Q1 dan Q2 di deck Anda, lalu enam bulan kemudian mengecek apakah tercapai. VC benci omong kosong. Jangan sembarangan bikin angka.

Sebelum membawa tim, saya sekarang selalu bilang: Milestone di slide terakhir adalah rapor yang akan dibuka tiap kali ketemu lagi. Target terlalu tinggi lalu gagal = kredit turun. Target terlalu rendah = mereka meragukan ambisi dan potensi pertumbuhan Anda.

Cara yang lebih sehat: tetapkan target yang baru cukup kalau Anda harus melompat, dan setiap angka punya cara verifikasi. Misalnya bukan “pertumbuhan user Q2 300%,” melainkan “pelanggan berbayar Q2 naik dari 12 ke 25, utamanya dari kanal XX, diverifikasi lewat nomor kontrak dan laporan ARR.”

VC follow deal mulai enam bulan karena mereka ingin melihat siapa yang benar-benar menepati kata. Uang LP juga soal performa. Mereka perlu tahu siapa yang layak dipercaya.


2. VC tidak selalu dingin

Mereka tahu mendirikan perusahaan itu berat.

Tapi syaratnya: Anda bersedia menyebutkan kelemahan, bukan menjual impian. Berapa rugi per bulan, berapa overhead, berapa jumlah pelanggan. Hal jelek tetap harus diperlihatkan. Semakin tulus Anda, semakin mudah VC membantu.

Di NTUTEC, mereka juga punya fungsi inkubasi. Investment manager Howard sering menekankan: Kalau startup sudah sempurna, buat apa datang ke VC?

Ini garis kejujuran yang sama dengan bagian pertama serial. Anda tidak perlu berpura-pura semuanya sudah beres. Jelaskan kondisi, celah, dan sumber daya yang dibutuhkan, supaya lawan bicara tahu bagaimana masuk.

Kasus terburuk yang pernah saya lihat: founder menghindar saat ditanya cash flow. VC masih tersenyum, tapi di hati sudah menulis alasan pass. Kasus terbaik: founder bilang sendiri, “Burn kami NT$800K per bulan, runway masih 5 bulan, putaran ini kami raise NT$20M, 40% untuk R&D, 30% untuk sales & marketing,” lalu lawan bicara justru mulai membantu memikirkan jalur mana yang lebih masuk akal.


3. Kekuatan compounding bukan hanya soal uang

Teman yang datang kali ini antara lain:

  • Partner dari nodullardsclub
  • coco.career dari lingkaran Taoyuan
  • Partner dari Komite Urusan Pemuda Taoyuan
  • Mentor Universitas Kainan, Gugu, yang pitch perangkat lunak event mereka HypeLink
  • Jiajia, yang hari itu berperan sebagai asisten. Tidak naik panggung pitch, tapi membantu menjaga ritme di sisi. Kami ngobrol soal dia kuliah di Inggris dulu lalu berwirausaha, membangun rute wisata konten dari ide “setiap perjalanan orang punya itinerary unik” (A Journey of British Taste)
  • dmolution Tommy, diajak teman Top 100 Youth. Ia co-found bersama profesor Chang Gung University, dengan latar belakang medis sekaligus AI.

Memperluas network secara terus-menerus itu sendiri sudah compounding.

Gugu pitch perangkat lunak event HypeLink di NTUTEC
Gugu dan Eric sama-sama mentor Universitas Kainan. Kali ini ia pitch perangkat lunak event HypeLink.
Jiajia berinteraksi dengan tim di acara NTUTEC
Jiajia kali ini berperan sebagai asisten dan menjaga ritme di sisi. Ia kuliah di Inggris dulu lalu berwirausaha, membangun rute merek wisata dari ide “setiap perjalanan orang punya itinerary unik.”
dmolution Tommy di lokasi pitch NTUTEC
Cinta Tommy dari dmolution terhadap teknologi sangat langsung, dan motivasinya nyata: anggota keluarga punya diabetes, itulah sebabnya ia masuk ke jalur ini.

Kalau Anda mau membantu orang dulu dan memberi 100 ke alam semesta, alam semesta akan mengembalikan bunga 105. Suatu hari kekuatan compounding akan terlihat. Ini bukan omong kosong. Saya merasakannya dalam beberapa bulan terakhir: bawa tim A, masalah A mungkin justru lubang yang ditabrak tim B bulan lalu; sumber daya B mungkin tepat membuka bottleneck tim C.

Segmen Tommy sangat saya ingat. Howard langsung bilang di tempat bahwa ia sudah bertemu Tommy beberapa kali. Saya rasa itu bukan basa-basi, melainkan tepat menyentuh soal compounding network. Semakin sering ikut kompetisi dan accelerator, LP dan lingkaran investasi akan mengingat Anda. Diingat itu sendiri sudah tiket kesempatan berikutnya.

Nanti di sisi saya ngobrol dengan Jiajia dan melihat tulisan Linkverse soal hasil tahun pertama. Langsung kaget. Orang sebesar itu, kok saya perlakukan seperti asisten kecil. Malu sekali.


Penutup serial: metrik keras, tools, soft skill, lalu Anda

Setelah empat perjalanan, saya merangkum serial ini menjadi tiga lapisan:

  1. Metrik keras: Bisa menghasilkan uang ≠ nilai investasi, ekuitas, DD di lapangan. Ini ambang pintu.
  2. Tools Prompt: Sebelum naik panggung, pressure-test dulu dengan AI sebagai GP. Ini persiapan.
  3. Soft skill: Deck adalah pendukung, founder adalah subjek. Ini nilai tambah.

Terakhir, hadapi kelemahan dengan jujur supaya lawan bicara punya kesempatan membantu. Lalu terus perlakukan network sebagai aset compounding, bukan tukar sekali pakai.

Kalau Anda sedang bersiap bertemu VC, urutan yang disarankan: jalankan self-check Prompt dulu, lalu tutup celah dengan metrik keras, lalu latih cerita sampai selesai tanpa teks. Kemudian masuk ke ruang meeting itu dengan angka yang nyata dan diri yang nyata.


Serial Diagnosis Startup Mendalam NTUTEC × WPORT

Artikel terkait